Psikologi Persuasif: Hukum Kesukaan

Bayangkan jika ada dua orang yang menawarkan produk kepada Anda, orang pertama adalah orang yang Anda kurang suka, sedangkan orang kedua adalah orang yang Anda sukai. Kira kira Anda akan membeli dari orang yang mana?

Tentunya kita akan membeli dari orang yang kita sukai, daripada tidak. Bahkan, banyak orang yang membeli barang, bukan karena butuh barangnya, tetapi karena suka dengan penjualnya!

Psikologi Persuasif Hukum Kesukaan

Hal tersebut terkait dengan hukum liking atau kesukaan, kita cenderung memilih sesuatu berdasarkan rasa suka kita terhadap orang yang menawarkan itu.
Baca Selengkapnya

Psikologi Persuasif: Hukum Timbal Balik

Pernah ga, suatu saat ketika ada orang yang ingin meminta sesuatu kepada Anda, entah meminta barang maupun jasa pertolongan Anda, saat itu Anda sedang tidak mau menolong sebenarnya, tetapi karena Anda merasa sungkan dan tidak enak hati, akhirnya Anda tetap memberikan kepada dia. Pernah? Ya saya pun juga.

Membantu

Hal tersebut biasanya disebabkan karena adanya hukum timbal balik. Mungkin saja, dulu dia pernah menolong Anda. Sehingga Anda sungkan jika tidak gantian menolong dia. Apalagi di Indonesia cukup kuat budaya sungkan atau timbal baliknya.
Baca Selengkapnya

Psikologi Persuasif: Hukum Keterbatasan

Ada sebuah hukum psikologi persuasif : “Kita akan cenderung tidak menghargai sesuatu yang tidak terbatas jumlahnya.” Misalnya saja oksigen. Oksigen sangat sangat tidak terbatas. Kalau misalnya Anda diminta membayar untuk oksigen, kira kira apakah Anda mau? Tentunya tidak.

Tapi coba bayangkan, misalnya Anda di suatu tempat yang kadar oksigennya turun, lalu Anda sesak nafas karena kekurangan oksigen. Kira kira apakah Anda mau membayar untuk oksigen tersebut? Iya sudah pasti, bahkan kita mau beli dengan harga berapa pun, agar tidak mati kekurangan oksigen.

Nah, itu merupakan contoh bahwa, orang akan cenderung menghargai sesuatu yang terbatas.

Dalam karir / bisnis, kita bisa menggunakan prinsip ini untuk meningkatkan pendapatan bisnis kita. Misalnya saja, penawaran yang Anda berikan, haruslah memberi keterbatasan. Sehingga orang terdorong untuk membeli produk Anda.
Baca Selengkapnya

Psikologi Persuasif: Hukum Perbandingan

Untuk mempersuasif orang lain, secara psikologi, ada beberapa cara yang bisa Anda pakai. Pada artikel kali ini saya akan membagikan satu teknik yang saya pelajari dari Robert Cialdini, dalam bukunya Influence.

Hukum pertama dalam psikologi persuasif adalah dengan hukum perbandingan.

Pasti Anda sering menemui ketika di Mall, maupun pusat perbelanjaan, ada poster yang bertuliskan, misalnya, “Diskon 50%! dari Rp 200.000, khusus hari ini hanya Rp 100.000 saja!”

mall discount

Anda pasti pernah menemui hal tersebut. Iklan tersebut menggunakan hukum perbandingan untuk membuat iklan tersebut menarik. Yuk, coba kita praktek sedikit, saya akan bertanya pada Anda, mana yang lebih membuat Anda tertarik.
Baca Selengkapnya

2

3 Kebiasaan Orang Sukses yang patut dicontoh!

Untuk menjadi orang sukses, tentunya kita harus pelajari tindakan yang diambil orang sukses, sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang kurang lebih sama. Tetapi kalau kita ingin mendapatkan hasil yang lebih langgeng, kita juga harus belajar kebiasaan orang sukses.

Richard-Branson-Tony-Robbins-Oprah-Winfrey

Berdasarkan riset dari Entrepreneur Magazine (tahun 2014), ada beberapa kebiasaan orang sukses yang bisa kita contoh. Di bawah ini saya rangkumkan 3 kebiasaan yang bisa langsung kita terapkan.

1. Memiliki to do list setiap hari.
Orang sukses selalu memiliki rencana / to do list mengenai apa yang akan ia kerjakan untuk keesokan harinya. Seperti kita tahu, waktu yang berlalu tidak bisa hilang, kita harus memanfaatkan waktu yang ada seoptimal mungkin. Maka dari itu kita harus bisa meng INVESTASI kan waktu kita untuk kegiatan yang berharga, kegiatan yang mengarah kepada tujuan kita.

To Do:
Anda mulai bisa praktikan untuk membuat to do list setiap malam untuk keesokan harinya. Tidak perlu banyak, Anda bisa mulai dengan menuliskan 3 kegiatan apa yang paling penting untuk dilakukan. Ketika tidur, alam bawah sadar akan mengatur bagaimana besok 3 kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar. Keesokan harinya Anda akan merasa jauh lebih produktif, dan to do list Anda terselesaikan.
Baca Selengkapnya