Lebih Produktif Dengan Menjadi Proaktif

Ketika saya belajar dari orang-orang yang sudah sukses, orang-orang yang produktif di dunia, mereka memiliki satu kesamaan, yaitu mereka orang yang proaktif bukan orang yang reaktif. Nah, kita harus paham terlebih dahulu apa sih bedanya proaktif dan reaktif?

Proaktif itu, kita sudah merencanakan apa yang akan kita lakukan, kita sudah mengantisipasi apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan kita. Itu namanya proaktif. Tapi kalau reaktif, kita bereaksi, kita bertindak sesuai dengan apa yang terjadi di sekitar kita.

Misalnya seperti ini: Orang-orang yang belum sukses orang-orang yang belum produktif biasanya mereka reaktif. Mereka diajak kemana mereka ikut. Tapi orang yang sukses, orang yang produktif adalah orang yang proaktif. Mereka sudah menentukan dulu apa yang mau mereka capai, dan mereka menyusun jadwal-jadwalnya sesuai dengan targetnya dia.

Sederhananya seperti ini, orang-orang sukses, orang-orang produktif mereka disetiap akhir pekan, mereka membuat suatu weekly plan, mereka akan melihat dulu apa tujuan mereka, apa goal mereka, lalu mereka mulai menyusun jadwal-jadwal selama seminggu kedepan, apa yang akan dilakukan dan apa yang harus dikerjakan untuk membuat mereka lebih dekat dengan goal-nya.

Lalu ketika menjalani minggu-minggu selanjutnya, mereka tetap stick dengan jadwal yang telah direncanakan dan dengan seperti itu akan memastikan kita akan melakukan kegiatan, atau bertindak pada hal-hal yang benar-benar penting bukan hal-hal yang tidak penting.

Bedanya dengan orang yang kurang produktif, mereka adalah orang-orang yang reaktif. Mereka belum punya rencana selama seminggu kedepan “saya mau ngapain ya?” Apalagi dua tahun, lima tahun lagi target-target belum punya juga untuk orang-orang yang kurang produktif.

Jika Anda ingin mendengar versi audio dari artikel ini, silahkan klik play di bawah ini.

Setidaknya kita harus punya rencana seminggu kedepan harus bagaimana dulu. Kalau misalnya orang yang kurang produktif tadi, karena mereka tidak punya rencana akhirnya yang terjadi adalah mereka bukan proaktif tapi justru reaktif yaitu hanya merespon pada stimulus-stimulus yang ada. Ketika tidak punya jadwal, tau-tau ada deadline besok baru dikerjakan, diajak teman happy-happy ngikut aja. Padahal dia lupa kalau ada tugas atau proyek-proyek yang harus dia kerjakan.

Jadi prinsipnya, untuk jadi lebih produktif seperti yang saya lakukan saat ini, dimana saya harus bekerja dan juga saya melanjutkan S2 saya ini, saya sudah membuat weekly plan apa yang saya akan lakukan, kegiatan-kegiatan apa yang saya akan lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan saya, sehingga hidup saya bisa seimbang. Pekerjaan dan akademik saya di kuliah saya ini bisa berjalan dengan berbarengan. Tanpa membuat weekly plan saya tidak bisa mencapai hal-hal tadi.

Nah sekarang bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah terbiasa membuat weekly plan, terbiasa menjadi orang yang proaktif untuk menjadi orang yang jauh lebih produktif? Atau selama ini Anda hanya menjalani hari saja tanpa ada rencana yang jelas, sehingga Anda menjadi tidak produktif?

Jadi saran saya mulai sekarang buat weekly plan dan minimal setiap memulai hari, atau malam sebelumnya sebelum tidur, Anda juga menuliskan apa yang akan Anda lakukan keesokan harinya. Saya biasanya menulis tiga hal apa yang paling penting saya lakukan setiap harinya.

Jadi setiap hari ada tiga hal, tiga hal, tiga hal yang penting untuk dilakukan. Jadi selama sebulan kita sudah melakukan 90 hal yang penting dan itu membuat saya jauh lebih happy, jauh lebih produktif, dan semakin dekat dengan goal.

Andreas Bordes
 

Hai Saya Andreas Bordes, saya adalah Trainer dan Konsultan HRD. Saya membantu perusahaan ataupun individu yang memiliki tim agar bisa memotivasi dan memberdayakan tim nya serta diri sendiri, sehingga mampu mencapai goal mereka dengan lebih mudah, karir meningkat dan mendapatkan penghasilan yang diinginkan.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: