Kerja Ikut Orang atau Bisnis Sendiri?

Itu adalah dilema yang sering dirasakan oleh orang dewasa, di mana kita sejenak berpikir, “apakah ini sudah saatnya saya keluar dari pekerjaan saya, dan membangun bisnis sendiri?”

Lalu, pertanyaan selanjutnya, mana yang lebih baik, kerja ikut orang atau membangun bisnis sendiri?

Jika Anda ingin menonton versi video, Anda bisa klik di bawah ini:

Jawabannya adalah tergantung. Tergantung di manakah fase Anda saat ini. Jika Anda merasa saat ini sudah memiliki pengetahuan, kemampuan, relasi, dan modal untuk membangun bisnis Anda, kenapa tidak Anda membangun bisnis.

Tapi jika Anda merasa saat ini pengetahuan, kemampuan, relasi , dan modal Anda belum mencukupi untuk membangun bisnis, tidak ada salah nya Anda bekerja ikut orang dulu.

Tapi ingat ketika bekerja, fokus nya tidak hanya uang, tetapi adalah belajar. Sehingga Anda selalu bertumbuh dalam pekerjaan Anda, tidak hanya sekedar mengerjakan apa yang harus dikerjakan.

Ada yang mengatakan di sebuah seminar, kita harus “bakar kapal”, di mana Anda keluar dulu dari pekerjaan Anda dan full fokus di bisnis. Namun sayangnya tidak semua orang yang melakukan hal “nekat” tanpa perhitungan yang matang seperti itu berhasil. Tidak sedikit juga yang akhirnya justru jadi bangkrut. Motivasi saja tidak cukup, kita harus menghitung pula resiko nya.

Kalau saya pribadi memiliki prinsip bahwa, sebelum kita membuka bisnis, kita bisa belajar atau bekerja pada bisnis di mana kita ingin membuka bisnis tersebut itu. Tujuannya agar kita bisa belajar detil bisnisnya, sehingga ketika membuka bisnis yang sama, kita tidak “buta”.

Jadi misalnya Anda mau buka bisnis nasi goreng, Anda belajar atau bekerja dulu dari rumah makan yang nasi gorengnya enak dan laku, bagaimana dia menjalankan bisnisnya.

Lalu terakhir, Anda juga bisa kok “injak dua kapal”, maksudnya adalah Anda bisa juga bekerja sambil memulai buka usaha. Sehingga Anda tetap dapat income dari pekerjaan Anda, dan income tersebut sebagian Anda gunakan untuk membangun bisnis Anda.

Tidak perlu langsung besar, tapi tes dulu dari kecil, lalu pelan pelan membesar. Nanti ketika income dari bisnis Anda sudah bisa lebih besar dari income pekerjaan Anda, saya rasa itu adalah saat yang tepat untuk full time fokus pada bisnis Anda. Dan Anda bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.

Saya pun melakukan hal yang sama, 5 tahun lalu saya mulai bekerja di sebuah lembaga pelatihan untuk belajar tentang bagaimana membawakan pelatihan, hingga bagaimana strategi mendapatkan klien.

Setelah saya punya pengetahuan dan kemampuan tersebut, saya pun berani membuka usaha saya sendiri. Saya memperhitungkan resiko, mengumpulkan resource nya juga, tidak hanya bermodalkan nekat.

Jadi, tidak ada yang lebih baik, apakah bekerja ikut orang atau membuka bisnis sendiri, semua kembali pada diri Anda. Coba lihat pilihan tersebut pada saat ini, mana kira kira yang lebih menguntungkan buat Anda. Kalau saat ini yang paling baik untuk diri Anda adalah bekerja ikut orang ya tidak apa apa, karena mungkin Anda bisa bertumbuh lebih cepat di sana.

Namun kalau saat ini Anda merasa karir Anda stuck, Anda sudah tidak bertumbuh lagi di perusahaan Anda. Serta Anda saat ini sudah memiliki pengetahuan, skill, dan modal untuk bisnis, kenapa tidak Anda memulai bisnis sendiri. Tidak perlu langsung keluar dari pekerjaan Anda, pakai metode “injak 2 kapal” pun juga boleh.

Bagaimana dengan Anda, fase mana yang sedang Anda tempuh saat ini? Ataukah saat ini Anda sedang “injak dua kapal”? Silahkan tulis di kolom komen di bawah ini ya.

Semoga bermanfaat!

Jika Anda ingin mendapatkan kursus produktivitas dalam 5 hari secara gratis, silahkan klik di sini.

Andreas Bordes
 

Hai Saya Andreas Bordes, saya adalah Trainer dan Konsultan HRD. Saya membantu perusahaan ataupun individu yang memiliki tim agar bisa memotivasi dan memberdayakan tim nya serta diri sendiri, sehingga mampu mencapai goal mereka dengan lebih mudah, karir meningkat dan mendapatkan penghasilan yang diinginkan.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments

Leave a Reply: